Ch-80

1642 Kata

Satu Minggu kemudian.. Adnan masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Lidia Natalia sedang tertidur pulas di balik selimut. Tubuhnya masih telanjang tanpa busana. Pria itu membawa sesuatu untuknya, pagi ini kurir datang ke rumah mereka berdua. "Apa ini?" Tanya Lidia saat dia terjaga di dalam kamarnya. Suaminya tersenyum sambil mengusap keningnya. Lidia menggenggam sehelai surat dengan kertas lumayan tebal. Wanita itu segera beringsut bangun dari tempat tidurnya, dengan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih belum mengenakan sehelai benang. Adnan mengaitkan kedua tangannya di pinggang Lidia Natalia, tidak rela wanita itu beringsut pergi. "Aku hanya ingin melihat ini sebentar." Ucapnya seraya mengusap pipi suaminya. Adnan merajuk, dia menciumi punggungnya. "Mas, sebentar saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN