"Kenapa? Beneran mau kabur?" Tanya Adnan sambil menciumi lehernya. Lidia dengan cepat menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau pria itu marah lagi. "Mas, ahhh! Ahh! akh! Pelan-pelan saja.." Lidia memejamkan kedua matanya seraya meremas-remas tepi tempat tidur di depannya. Tubuhnya terdorong ke depan karena Adnan yang tinggal di belakang punggungnya. "Aahhhh.. Lidia.." Tubuhnya jatuh terlentang, lalu meraih Lidia agar berada di dalam pelukannya. Berbaring tanpa selembar pakaian, tanpa selimut. "Mas, masih marah.." tanyanya sambil menyentuh d**a suaminya. "Nggak, kamu masih melindungi dia? Kenapa?" Tanya Adnan seraya mengangkat dagunya. "Dia kan baru menikah, jika terjadi sesuatu padanya aku kasihan." Jelas Lidia Natalia pada suaminya. "Besok kamu ikut aku saja ke restoran, teman

