Malam yang Kacau

1001 Kata

Pintu kamar terbuka dengan suara yang pelan. Jika biasanya suara itu terdengar menyenangkan, karena berarti Nona Lucy sudah pulang, tapi malam ini, suara itu terasa seperti dentang lonceng kematian bagi Nicko. Nona Lucy sudah berdiri di sana. Ia masih mengenakan gaun hitam yang memeluk tubuhnya dengan sempurna, akan tetapi, raut wajahnya yang semula tenang seketika berubah saat matanya menyapu seisi ruangan. Tentu, itu bukan pemandangan yang ia harapkan ketika sudah seharian menjalani kegiatan yang melelahkan. Ia mengharapkan pelukan atau ciuman, tapi yang ia dapatkan bukanlah kedua hal itu. Kamar itu bukan lagi tempat yang menyenangkan baginya. Pecahan kristal berserakan di lantai, parfum mahal yang tumpah menyebarkan aroma yang terlalu menyengat, dan di tengah kekacauan itu, Nicko terd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN