Sentuhan yang Menghidupkan

1002 Kata

Cahaya ruangan rumah sakit yang agak menyilaukan adalah hal pertama yang menyapa pandangan Nicko saat kelopaknya perlahan terbuka. Dunianya terasa buram, berputar pelan seiring dengan denyut nyeri yang mulai merambat dari tengkuk hingga ke seluruh punggungnya. Namun, di tengah kekacauan itu, sebuah bayangan wajah muncul. Wajah Nona Lucy. Wajah yang ia rindukan. Nicko tidak bergerak. Ia bahkan menahan napasnya, takut jika oksigen yang ia hirup akan membuyarkan bayangan itu. Halusinasi lagi, batinnya pahit. Ya, aku pasti sedang berhalusinasi. Kenyataan yang aku inginkan, kenyataan yang sangat aku dambakan, itu adalah palsu. Aku ingin mempercayainya, tapi aku pasti akan terlempar pada jurang kekecewaan lagi. Dan aku tidak ingin itu terjadi. Nicko ingat betul bagaimana di ruang bawah tanah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN