32. Akhirnya

1867 Kata

“Ayo, Yang.” Jaka sudah tampak rapi dengan kaos, jaket, dan celana panjang. Wangi parfumnya juga tercium lembut tapi cukup kuat. “Ke mana, Mas?” tanya Sheila keheranan. Pasalnya, ini masih sore dan mereka tidak ada rencana ke mana-mana. Seorang istri tapi masih gadis itu masih setia dengan tunik sederhana yang biasa dipakai di rumah. “Jalan-jalan, Sayang. Kita ini pengantin baru lho. Masa iya di rumah aja? Ayo ganti baju dulu.” Jaka menyeret istrinya ke samping kasur. Di atasnya sudah ada sebuah dress yang sangat cantik berwarna hijau terang. Ada aksen bordir kecil melingkar di setiap ujung yang mempermanis tampilannya. Mata Sheila mengerjap memandangi keindahan baju itu. Sheila yakin meski baju itu tampak sederhana, tapi harganya tidak sesederhana tampilannya. “Kita mau ke mana sih, Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN