Bab 110

1308 Kata

Keesokan harinya Nayaka ditemani dengan Farhan pergi ke sebuah kafe untuk bertemu dengan Jag. Pertemuan ini diatur oleh Anggun. Dia bilang sudah membuat janji dengan Jag di kafe ini pukul sepuluh. Nayaka hanya perlu datang dan duduk di meja nomor 14. Nanti Jag yang akan datang menghampiri Nayaka. Nayaka hanya bisa menurut tanpa perlu repot-repot menanyakan detail. Nayaka tidak peduli dengan hal-hal lainnya. Selama Jag memang benar bisa menolongnya, Nayaka rasa tidak masalah. “Pak Nayaka nggak apa-apa?” tanya Farhan yang saat ini duduk di samping Nayaka. Nayaka menoleh ke arah sekretarisnya itu dengan kening berkerut. Nayaka tidak tahu Farhan menanyakan keadaan fisiknya atau mentalnya. Dan Nayaka pun tidak tahu haruskah Nayaka berbohong atau harus jujur menjawab pertanyaan Farhan itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN