Gabriel tidur- tiduran di sofa dan hari tiba pagi lagi. Saatnya bersiap pergi ke kantor, akan tetapi kondisi agaknya tidak memungkinkan bagi Elliana dan Aaron. Novan masih tidur, Elliana berjalan keluar kamar dengan mata setengah terpejam dan merengek- rengek kesal sendiri. "Hu hu huuu, masa sih udah pagi lagi? Duh, males banget ngantor. Iiih, nyebelin!" Jika bukan karena harus ganti pembalut, ia tidak akan bangun. Mending izin sakit atau absen ajalah, mau potong gaji, silakan potong, daripada pikiran kusut begini pergi kerja. Gabriel yang sedang masukin dompet dan ponselnya ke saku celana mendengar gerutuan itu dan menyahutinya. "Eh, bos kamu denger loh, Ell. Apa katanya ntar punya pegawai gak ada motivasi kerja?" Elliana langsung tergegau, baru nyadar kalau bosnya nginap di rumahnya. "