“Luka Erik udah mendingan yaa. Tinggal terapi aja biar bisa jalan lagi ‘kan?” Tanya sang Mama pada dokternya. Sebenarnya, selama dua minggu terakhir ini Erik lebih banyak diam. Dia memastikan dulu kalau sang Ibu benar-benar sakit. Namun sepertinya sosok itu tidak main-main, Erik beberapa kali mendapatinya diam-diam minum obat dan menahan rasa sakit. Sebesar itu keinginannya supaya Erik dan Stefi bersama? “Saya tinggal dulu ya, Bu.” “Dok, sekalian dong periksa Mama saya. Kali aja dia juga sakit, soalnya beberapa kali saya lihat dia bantuk mulu.” Sang Mama malah tertawa. “Itumah masuk angin. Gak perlu diperiksa, Dok. Silahkan aja kalau mau pergi mah,” ucapnya sembari mengantarkan dokter keluar. Mamanya kembali ke kamar Erik. “Stefi mau ajak kamu maen ke rumah Mamanya. Kamu mau?” “Mal