Bab 21. Merasa insecure

932 Kata

Setelah 20 menit melaju dengan kendaraan, Giska tiba di sebuah cafe yang penuh dengan pelanggan, di mana ia akan bertemu dengan Vera dan Jelita. Malam itu, lampu-lampu hias di cafe menambah kesan ramai dan hidup. Giska berdiri di ambang pintu, mata memburu sekeliling, mencari meja di dekat jendela yang katanya tempat kedua sahabatnya menanti. "Kenapa sulit banget ya nemuin mereka, padahal mereka bilang di dekat jendela?" batinya, frustasi, sembari melewati meja-meja yang penuh dengan para pengunjung yang tengah larut dalam obrolan. Cafe and Resto yang cukup populer itu, banyak dikunjungi orang-orang. Sehingga sulit bagi Giska menemukan Vera. Alih-alih tak kunjung menemukan Vera, Giska malah terdiam bingung. Tangannya merogoh saku, mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Vera. Saat bibirn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN