Sementara itu, Giska sama sekali tak menatap kedatangan mereka. Ia sibuk dengan makanannya, bahkan saat Nicolas diam-diam meliriknya. " Kita ke meja lain saja! " Timpal Nicolas, merasa tidak harus berada disini. " Boleh kok! Lagipula kita satu kampus. " sahut Erick, ramah seperti biasanya. " Hehe.. Makasih Kak Erick! " Tutur Rachel, tersenyum centil menatap Erick. Vera dan Jelita diam-diam melototi Erick yang membiarkan mereka bergabung. Obrolan mereka menjadi redup karena adanya Rachel dan teman-temannya. " Eh, ada Kak Giska juga. Apa kabar, kak? " Ucap Rachel, seolah-olah berhubungan baik dengan Giska. " Ck, dasar pick me! " Bisik Jelita, membisiki telinga Jelita. " Iya, rasanya ingin ku jambak rambutnya! " Vera pun sama-sama merasa gereget melihat sikap alay Rachel. Rachel bers

