Legenda Lima Pahlawan (2)

2210 Kata

“Hmm … langit.” Sejak saat Mei mengucapkan bualan konyol yang tidak bercanda itu, Ash tidak bisa berhenti untuk mendongak ke atas tiap kali ada kesempatan. Contohnya seperti saat ini. Ketika semua orang sibuk memindahkan barang-barang keperluan ke penginapan. Ash juga sibuk berdiri di tempat paling teduh sambil bersedekap memandangi kumpulan kapas lembut yang menghiasi langit biru. Hari yang cerah, tapi bagi Ash, binar matahari di atas sananya lagi hanya mengacau karena membuat terik. “Panas. Silau.” Ash mengusap wajahnya dan menghela napas. “Aku juga sudah baca buku itu tadi. Isinya memang sama seperti apa yang dikatakan oleh Guru Ellio dan juga Mei. Karena tipis aku bisa membacanya secepat kilat.” Ash memutar otaknya lagi. Rasanya rugi kalau ia melewatkan kesempatan mendapatkan legenda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN