Perjalanan kali ini hampir sama seperti sebelumnya. Rombongan berkumpul di tengah portal sihir teleportasi, para penyihir mengucapkan mantra, kemudian seluruh rombongan akan berpindah ke tempat tujuan. Desa Algecas. Dari pada desa, maka Ash akan lebih setuju kalau menyebut ini termasuk kota. Semua alat-alat canggih berpadu dengan sihir bisa ia lihat di mana-mana. Bahkan menara tempat di mana mereka berpindah juga jauh lebih mewah dari pada menara di Desa Barcamaz. “Memangnya ini adil?” Ash bergumam kecil. “Maksud Anda, Pangeran?” Ellio yang baru saja turun dari kereta kuda, kini sudah berdiri di samping Ash. “Hei … pelankan suaramu atau panggil aku Ash saja sekalian dan! Gunakan bahasa yang santai padaku.” Ash berbisik memberi peringatan. Wajahnya mendesis ringan. “Oh.” Ellio menutup