Perlahan mata itu terbuka. Memperlihatkan mata sembab sehabis menangis. Mata itu lalu menatap wajah yang ada di hadapannya kini, mengelusnya dengan tangannya. Tiba-tiba wajah di hadapannya membuka mata, memperlihatkan mata yang juga agak sembab. Saling menatap dalam keheningan, menyalurkan cinta satu sama lain. "Kamu menangis" Ucap Macy. "Mana mungkin aku tak menangis ketika melihat istriku seperti ini?" Perlahan air mata Macy menetes kembali. "Don't crying" Ucap Will sembari menghapus air mata Macy dengan jarinya. "Kali ini babies yang menangis" Ujar Macy membuat Will terkekeh. "Mulai sekarang, kamu tidak usah mencemaskan apapun. Sekecil apapun itu. Karena aku sudah tahu semua tentangmu. Dan hal itu tidak menggangguku sama sekali, jadi kamu tak usah memikirkannya lagi. Karena kamu y

