Chapter 36

870 Kata

Macy tersentak melihat kamar mereka sangat berantakan seperti ini. Pecahan kaca yang menyebar di mana-mana, tempat tidur yang telah tidak terbentuk, benda-benda yang berjatuhan. Dan yang lebih membuat Macy terkejut adalah penampilan Will yang saat ini sangat berbeda dari biasanya. Kemeja yang belum diganti dan terlihat kusut, rambut acak-acakan, lingkaran mata yang menghitam, serta kumis yang tidak pernah dicukur menyadarkan Macy betapa menderitanya orang yang ia cintai saat ini. Air matanya pun mengalir tanpa perintah. Macy berjalan mendekati Will. Memeluk sang pujaan hati dengan lembut hingga ia dapat merasakan tubuh Will yang menegang akibat sentuhannya. "Maafkan aku" Gumam Macy terisak. “Maafkan aku” Gumamnya lagi. Tidak ada respon dari Will dan masih tak bergeming dari tempatnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN