Aku melihat genggaman tangan Kak Alfath pada tanganku. Seketika aku senyum-senyum sendiri karena perlakuan manisnya. Saat ini kami berada di koridor hotel menuju restoran yang ada di lantai teratas. Keluarga besar kami sudah menunggu untuk makan bersama. Seketika ingatanku mundur ke beberapa menit yang lalu saat aku dan Kak Alfath melakukannya lagi di kamar mandi. Pusat intiku sedikit nyeri, di percobaan yang ketiga Kak Alfath makin lihai. Aku terkikik geli membayangkan. Genggaman tangan kak Alfath makin mengerat tatkala ada beberapa pria yang kebetulan lewat dan menatapku sembari tersenyum. Meski sudah menikah, aku tetap melihat sisi possesive kak Alfath. Saat sudah sampai restoran, Kak Alfath menarik tanganku untuk menghampiri keluarga besar kami yang sudah menunggu. Senyum sumringah