Sehari setelah menikah, Pak Heri langsung membawaku pindah ke rumahnya. Katanya sih biar mandiri. Tapi sebenarnya ada satu hal yang bikin aku yakin aja ikut pindah. Yaitu pas pagi. Bukannya aku malas bangun atau gak mau mengerjakan segala sesuatu sebagaimana halnya seorang istri. Tapi itu tuh, saat ketahuan habis mandi waktu shubuh. Kan malu-maluin. Mana Bang Ilham dengan kampretnya malah sengaja menggoda kami. "Wih, seger ya, Put? Mandi shubuh, biasanya masih ngorok!" Noh, celetukan macam apa itu? Bikin pipiku merona malu aja. "Harus lah, kan namanya juga pengantin baru. Kalau gak mandi malah aneh," jawab mama lalu membuka baju Anggi. Masih pagi udah basah main air dia mah. "Kok aneh sih, Ma?" timpal Bang Ilham dengan kikikannya yang menyebalkan. "Ish, apaan sih, Bang?" ucapku sambil

