Edwyn memilih pura-pura tidak melihat saja. Maka dia mengambil tempat di pojokan sambil meringkuk. Tubuhnya gemetar karena menahan takut, sebab diliriknya lewat ekor mata, pria tinggi itu telah berdiri dan sedang berjalan menghampirinya. Astaga! Mau apa dia?! Apa benar rumor yang beredar kalau napi baru itu akan dapat tes uji kompetensi dari napi senior? Wahhh kok dia makin mendekat, ya? Edwyn terus berpikiran buruk, dia menelan saliva dengan susah payah. Dilihatnya ke luar sel, tapi tidak ada petugas satupun yang terlihat. Keringat dingin mulai mengucur di kening dan punggung. Pria tinggi itu berdeham sekali. Lalu saat itu juga, narapidana lain yang berjumlah tiga orang, ikut berdiri di belakangnya. Sontak kedua bola mata Edwyn melotot. Dia tidak bisa lagi menghindar dengan berpura-pura

