“Lilian, aku mau tanya sesuatu boleh?” Axel memandang lekat ke dalam netra sang kekasih. “Ya. Tentu saja. Mau tanya apa?” “Apa kamu merasa terganggu dengan kehadiran Callista di mansion ini?” Lilian terhenyak, memundurkan sedikit wajahnya. Dia tidak menyangka sama sekali jika Axel akan menanyakan itu. Lebih tepatnya, dia tidak menyangka jika Axel tahu apa yang ada di dalam hatinya. Pikir Lilian, apakah begitu kentara perseteruannya dengan Callista? “Katakan saja yang sejujurnya, Sayang. Aku nggak akan marah. Tapi mungkin, aku akan bicara dengan Callista. Aku menyayangi kalian berdua. Sebagai adik dan sebagai calon istriku.” Axel mengusap lembut pipi Lilian. Kulit telapak tangan Axel yang menyentuhnya dengan begitu lembut, membuat Lilian merasa nyaman. Dan berhasil mengurangi perasaan t

