BAB 164. Saksi Kunci

1131 Kata

Eric sempat melirik Naomi yang masih tertidur lelap. Lalu kembali beralih pada Rani. “Silakan duduk, Pak Eric.” “Tidak. Saya berdiri saja.” “Ohh baiklah.” “Mbak Rani tahu kan Nona Lilian masuk rumah sakit karena apa?” Eric tidak suka berbasa-basi. Dia langsung bertanya pada inti permasalahan. Rani mengangguk. “Iya. Setahu saya, Mbak Lilian itu diare dan munta-muntah. Sampai lemas lalu pingsan. Bagaimana kabarnya sekarang, Pak?” Raut wajah Rani begitu terlihat khawatir. “Nona Lilian masih di ruang UGD, tapi sudah sadar dan sedang dalam tahap observasi. Yang pasti sudah lebih membaik.” “Ohh syukurlah.” Eric selalu memperhatikan ekspresi wajah Rani saat bicara, juga pemilihan kata-katanya. Sampai dengan detik ini, Eric tidak melihat ada kejanggalan pada Rani. “Oh ya Mbak Rani, apa Mb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN