Rosa, sekertaris CEO, langsung terpaku begitu pandangannya bertemu dengan wajah yang tidak asing di sana. Callista berjalan tepat di samping Axel sambil terus berpegangan pada lengannya. Sudah persis pengantin wanita yang sedang berjalan menuju altar. Rosa telah melihat keduanya saat keluar dari lift lalu berjalan di lorong panjang yang cukup lebar menuju ke ruang CEO. Ruangan Rosa memang sengaja didesain terbuka dan letaknya berseberangan dengan ruang CEO yang tertutup. Supaya dia bisa langsung mengetahui jika ada tamu untuk CEO yang turun di lantai ini. Juga berhak mensortir siapa tamu yang boleh langsung masuk ke ruangan, atau harus konfirmasi dulu dengan sang bos besar. “Sialan, cewek centil itu lagi yang datang, bikin badmood aja pagi-pagi,” desisnya pelan dengan gerakan mulut yang

