Edwyn dan Tiara menoleh bersamaan. Mereka melihat pria tinggi itu begitu intens menatap Edwyn. Sedangkan pria yang satunya lagi, yang juga memakai jaket kulit hitam, tampak mengawasi keadaan sekitar. Perasaan Edwyn langsung tidak enak. Tiara memandang pada Edwyn penuh tanda tanya. “Mereka siapa, Sayang?” “Umm … a—aku juga nggak tahu, Sayang.” Edwyn tampak cemas. Dia menatap dua pria tinggi itu bergantian. “Bapak-bapak ini siapa, ya? Dan—dan saya harus ikut kemana? Maksudnya apa?” Pria yang masih memegang bahu Edwyn, tampak begitu tenang, tapi tatapan tajamnya tidak pernah lepas dari Edwyn. “Kami polisi dan kamu sudah mengikuti Anda sejak dari tempat karaoke. Jadi, sekarang silakan ikuti kami, jika mau bicara silakan di kantor polisi.” “A—apa?!” Kedua bola mata Edwyn membelalak. Dia t

