BAB 140. Kebohongan Dimas Terkuak

1105 Kata

Segera Axel kembali melangkah cepat menyusuri lorong sempit itu. Sebab asal suara Lilian dari halaman belakang, tepatnya di balik deretan gudang ini. “Astaga, Lilian!” Kedua mata Axel melotot seketika. Sebab dilihatnya Lilian sedang duduk di atas tembok pagar tinggi, tepat di bagian yang kawat durinya terlepas. Dan sebuah tangga tergeletak di tanah berumput. Pikir Axel, sudah pasti tadi Lilian naik dengan menggunakan tangga itu. Dan mungkin entah karena tersenggol atau apa, tangga itu jatuh. “Axel!” jerit Lilian ketika tubuhnya yang bertahan sejak tadi sudah tidak kuat lagi. Dia limbung dan terjun bebas begitu saja. Axel yang berlari secepat mungkin ke arah Lilian, mengulurkan kedua tangan dengan tetap mendongak, berusaha membaca kemana arah jatuh Lilian. “Argh!” Bug. Lilian tepat j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN