Tiba-tiba Callista menyerang Axel dengan berlari ke arah Axel lalu memukulinya dengan berulang-ulang. Menghantam wajah dan badan Axel tanpa ampun. Awalnya Axel biarkan, lalu kemudian Axel memegang tangan Callista dengan erat serta menatapnya tajam. “Sudah, cukup Callista. Sepertinya kamu harus diberi resep obat penenang lagi.” “Aku nggak mau!” Callista berusaha berontak tapi selalu gagal karena tangannya masih dipegangi Axel dengan kuat. “Aku yang akan menjadwalkanmu untuk bertemu psikoterapi.” Kedua netra Callista membola. Sudah hampir setahun ini dia tidak bertemu dengan psikoterapi yang biasa menanganinya. Dan selama itu pula dia terlepas dari obat penenang serta obat lainnya. Jadi saat Axel mengatakan akan membawanya kembali pada psikoterapi, rasanya Callista ingin kabur saja saat

