Callista yang mendengar ucapan Lilian menoleh padanya, lalu segera dia mengikuti arah pandangan Lilian. Kedua bola mata Callista langsung berbinar ketika melihat Axel berjalan mendekat ke arah mereka. Segera dia berdiri lalu berjalan cepat menghampiri Axel. “Axel!” serunya. Kemudian menabrak tubuh pria tinggi itu dan bergelayut manja di lengannya. Seketika sinar bola mata Lilian meredup melihat pemandangan mesra itu. Sontak Lilian menunduk sambil melihat ujung kakinya yang bergoyang-goyang pelan di bawah sana. Aroma maskulin khas Axel tercium dengan jelas, Lilian tahu jika sang kekasih sudah semakin dekat, tapi dia enggan mengangkat wajah karena malas melihat sikap Callista yang selalu saja mencuri kesempatan untuk bermanja-manja pada Axel. “Hai, Sayang.” Axel membungkuk ketika dia tel

