Axel yang mendengar itu segera berdiri dan menghampiri sang perawat. “Saya keluarganya.” “Bapak suami Nona Lilian atau ….” “Saya calon suaminya.” “Ohh baik. Silakan ikuti saya ya, Pak. Dokter ingin bicara dengan keluarga pasien.” Axel mengangguk dan segera mengikuti perawat. Hingga bertemu dengan dokter yang menangani Lilian. “Dokter, bagaimana keadaan Lilian sekarang? Apa sudah boleh saya jenguk?” Bukannya menjawab, dokter yang duduk di hadapan Axel justru terus menatap Axel lekat-lekat bahkan sampai memicingkan mata. Membuat Axel jadi semakin penasaran. “Dokter, bagaimana dengan keadaan Lilian?” ulangnya lagi. “Pasien Lilian mengalami ciri-ciri dari keracunan makanan atau minuman. Kondisi tubuhnya nyaris dehidrasi saat sampai di sini.” Dokter muda di hadapan Axel sedikit memiring

