BAB 150. Permintaan Satu Hal

1143 Kata

“Ohh nggak apa-apa kok, Mbak Callista. Daripada saya cemberut kan, lebih baik senyum.” Callista hanya menjawab dengan kedua bola mata yang diputar malas. Lalu dia membuka pintu ruang CEO. “Oh ya Mbak, ada pesan dari Pak Axel.” Callista membalik badan, dia berdiri di ambang pintu. “Pesan? Memangnya Axel belum kembali ke ruangannya?” Rosa masih dengan senyuman manis palsunya. “Sudah Mbak tadi, lalu keluar lagi, mau pulang katanya ada urusan penting. Dan Mbak Callista nanti kalau mau pulang, sudah ada Pak Eric di lobi utama yang akan mengantar.” Seketika raut wajah Callista bagaikan berkobar api unggun malam kemah Pramuka, panas membara sampai bibirnya bergetar menahan emosi. “Memangnya apa sih urusan yang penting itu sampai aku ditinggalkan di sini sendirian?!” teriaknya kencang. Untung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN