“Hemm yaa kupikir juga baiknya begitu. Lagipula kalian selalu saja senang menginap di hotel kalau ke Indonesia, padahal banyak kamar kosong di sini. Kamu bisa menempati kamar tamu kedua di lantai atas.” “Loh! Kamar tamu pertama?” Callista mengambil anggur muscat dan memasukkan ke mulut. “Kamar tamu pertama ditempati oleh Lilian.” Callista melihat sekilas ke arah Lilian, lewat ekor matanya. “Ohh.” Selesai menikmati makan malamnya yang termasuk porsi besar, Callista memaksa Axel untuk menemaninya dulu mengobrol di taman samping. Dan Axel pun mengajak Lilian. Callista memegang secangkir kopi hangat pada tangan kirinya, lalu tangan kanannya langsung bergelayut manja pada lengan Axel. Mereka berdua berjalan seperti itu menuju taman samping. Sedangkan Lilian cukup tahu diri, dia memilih ber

