Choice

1208 Kata

Setelah terdiam beberapa saat, menelan rasa sakit yang masih berdenyut di dadanya, Dominic akhirnya mengalihkan pandangannya ke Friska. Tatapannya kosong, seperti seseorang yang baru saja kehilangan arah hidupnya. Suaranya keluar pelan, nyaris tanpa tenaga. “Mengapa kamu mengatakan… kalau Millie benar mencintaiku?” Ia menelan ludah,nafasnya teraasa berata “Apakah kamu pernah bertemu Millie?” Friska menghela napas panjang. Napas seseorang yang sudah terlalu lama menahan luka. Tatapannya turun ke lantai, lalu kembali naik, menatap Dominic dengan mata yang penuh penyesalan dan kasih yang tak pernah sempat ia berikan. “Setelah aku kehilangan semuanya lagi di Meksiko,” ucapnya pelan, “aku mencari cara lain. Cara apa pun… untuk bisa mendekatimu, tanpa diketahui si iblis Amy.” Ia berhenti seje

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN