Plan

1416 Kata

Melihat tubuh Bella terpental ke lantai dengan kepala retak dihantam kursi dan darah mengalir deras membasahi ubin dingin, hati Dianne dipenuhi kepuasan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya saat ia adalah seorang Claudia. Perasaan itu begitu asing.Begitu dingin. Begitu kejam. Ia terdiam beberapa detik, menatap darah yang mengalir dari pelipis Bella, membentuk garis merah yang kontras dengan kulit pucat dan gaun mahal yang kini robek dan kotor. Tidak ada empati. Tidak ada rasa bersalah. Yang ada justru rasa puas nyaris lega. Dianne terkejut pada dirinya sendiri. Kalau ini terjadi saat ia masih Claudia Carlson, perempuan yang menangis di sudut penjara, perempuan yang gemetar hanya karena suara jeruji besi, ia pasti sudah pingsan melihat darah sebanyak itu. Ia pasti muntah. Pasti histeri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN