“Kamu kapan mau urus surat cerainya? Talak kamu udah jatuh kan waktu itu? Harusnya gak boleh nih kamu megang-megang aku kayak gini, bukan mahrom lagi.” Ucap Ratu begitu cairan infusnya sudah di ganti dengan yang baru. Suster baru saja keluar sekitar dua menit yang lalu, sementara Raja masih setia mengurusi Ratu, membersihkan badan wanita itu yang terasa lengket. Raja terkekeh sembari terus mengusap lengan Ratu dengan tissue basah sesuai perintah wanita itu. “Bisa gak sih gak usah ketawa-ketawa, ini aku lagi serius.” Ucapnya memperingati Raja yang menunjukan senyum jahil di wajahnya. “Talaknya belum jatuh, saya sudah cek sendiri cctv rumah untuk memastikan itu lagipula waktu itu saya gak ngomong cerai sama sekali, sampai selesai mengamuk juga saya tidak mengucapkan kata cerai sama sekali

