Raja berdiri di depan ruang rawat Ratu, berada di ambang kebimbangan, antara ingin memberi Hartawan akses untuk masuk dan juga tidak. Raja bisa memastikan bagaimana hancurnya Ratu ketika melihat satu per satu orang yang menyakitinya datang ketika ia sakit. Raja paling tahu kalau Ratu tidak suka di lihat di saat ia berada di titik terburuknya. Raja juga tidak bisa mencegahnya, Raja tidak tahu kalau Hartawan akan datang, andai saja Raja tahu mungkin Raja bisa saja mensiasatinya terlebih dahulu. “Ratu sedang tidur, mungkin bapak bisa datang nanti.” Ucap Raja. Sejujurnya Raja tidak tahu apakah Ratu akan benar-benar tidur atau tidak hanya saja, Ratu meminta Raja untuk keluar dengan alasan ia mengantuk padahal belum jam tidurnya. “Saya mau bicara dengan anak

