“Gue di rumah sakit” Ucapnya pada Sarah dengan suara pelan, ia memelankan suaranya takut-takut menganggu Raja yang juga masih belum sadar. Sudah dua jam lamanya namun pria itu masih tenggelam dalam tidurnya. “Lah sakit apa dah? Kok tiba-tiba banget? Gua kesana ya?” Balas Sarah. “Nggak, bukan gua. Tapi Raja. Lo gak usah kesini, lagian mana boleh ramean, udah deh gua Cuma ngabarin doang, gua tutup ya.” Ratu menutup teleponnya, sesekali ia melirik suaminya yang juga masih tak sadarkan diri. Ratu memandang Raja sesekali, pertanyaan-pertanyaan konyol di kepalanya membuatnya enggan menghilang saat itu juga, kenapa ia harus di sana menunggu Raja sadar? Apa perannya? Kenapa harus dia yang menunggu, kenapa bukan Raina saja? , namun sema

