“Kenapa? Kok nangis tadi?” Raja mulai berbicara setelah melihat Ratu terlihat cukup tenang. Wanita itu dengan lahap menghabiskan ice cream yang Raja belikan untuknya. Bagi Ratu, tidak ada yang bisa benar-benar menenangkannya kecuali ice cream ketika ia sedang kacau-kacaunya. Raja masih di tempat yang sama, ia masih duduk di pinggiran kasur Ratu, sembari sesekali memijat kaki wanita itu. “Kata kamu gapapa kalau nangis. Gak ada alasan aap-apa, tiba-tiba aja mood buat nangis.” Jawabnya. Raja terkekeh pelan melihat bagaimana Ratu tetap mempertahankan harga dirinya di saat Raja sudah jelas-jelas melihatnya menangis. “Iya bener, gapapa kamu nangis. Yaudah kalau gitu habisin ice cream nya ya, kalau masih mau kamu bisa bilang ya.” Ratu mengangguk, namun matanya terus tertuju pada televisi di had

