“Hari ini temen Mas ada yang nikah, kita datang yuk? Nggak enak kalau nggak datang. Soalnya temen kantor, Mas lupa bilang kemarin sama kamu. Undangannya juga tinggal di kantor, ingat aja tadi karena di ingetin sama yang lainnya. Mereka tanya mau pergi bareng atau sendiri, kebetulan banget kamu udah pulang jadi pergi sama kamu aja deh. Orang kantor tahu kamu kemarin pergi, makanya nanyanya gitu.” Aku mengambil undangan yang diletakkan oleh Mas Barra di atas meja untuk membacanya. “Kenapa mereka bisa tahu aku pergi Mas?” Aku melihat Mas Barra tersenyum malu-malu sambil menggaruk kepalanya sendiri membuatku jadi penasaran dengan alasan yang sebenernya. “Kenapa Mas? Kok orang kantot bisa tahu? Nggak mungkin kamu buat pengumumankan?” Tanyaku sambil memicingkan mata menyelidiki Mas Barra. “Ya