“Kamu apa kabar?” Aku tersenyum mendengar Mas Barra yang menanyakan kabarku. Sudah lebih dari sebulan kami berhubungan kembali jarak jauh. Bahkan ini sudah mau hampir dua bulan, tapi aku belum juga bisa pulang ke Bandung. “Baik, Mas Barra baikkan? Gimana sama hari ini?” Dua hari sekali kami pasti melakukan video call. Sama halnya hari ini Mas Barra menghubungiku setelah ku katakan aku sudah selesai mandi dan sudah di atas tempat tidur. “Hari ini baik, seperti biasa Mas semakin kangen sama kamu.” Aku tertawa keras ketika mendengar hal itu. Makin kesini Mas Barra memang tidak malu mengatakan bahwa dirinya merindukanku. Apa lagi memasang wajah memelas kalau sudah mengatakan itu. Entah kenapa aku sempat terpikir, kenapa kami selalu di perhadapkan menjalani hubungan jarak jauh. Di saat kam