CLARA berangkat kerja sambil menahan rasa sebal yang menggerogoti hatinya. Dirinya benar-benar telah dipermainkan oleh Ronald pagi ini. Bagaimana tidak? Walaupun Ronald benar-benar memberinya kepuasan, tapi Clara menginginkan lebih dari sekadar sentuhan seperti itu. Dia ingin Ronald menyentuhnya secara seutuhnya, seperti apa yang dia lakukan dulu. Namun, pria itu tidak mau memberikannya. Dia hanya tersenyum licik pada Clara yang sedang merasa tanggung karena perbuatan mereka sebelumnya. Lalu, saat tiba giliran Clara untuk membalas perbuatannya. Ronald tidak tampak tersiksa sepertinya, dia bahkan tampak seperti menikmati siksaan ala Clara. Ronald malah memberikan ide agar Clara mencakar lehernya atau kulitnya saja, jika perempuan itu mau melampiaskan kekesalannya. Tentu saja Clara mela