Bandara Soekarno-Hatta – Terminal Kedatangan Internasional Sore itu, bandara tampak seperti lautan manusia. Deru koper yang bergesekan dengan lantai marmer berpadu dengan pengumuman dari pengeras suara yang tak henti memberi informasi tentang keberangkatan dan kedatangan. Aroma kopi dari gerai di sudut lorong bercampur dengan bau jet lag penumpang yang baru tiba. Lampu putih terang menggantung di langit-langit, menyinari wajah-wajah yang kelelahan namun juga penuh harapan. Di antara kerumunan itu, Samuel Jonathan dan Vanya Ria berjalan berdampingan. Langkah mereka pelan, menyatu dengan rombongan penumpang lain yang baru saja mendarat dari Sydney. Di tangan mereka masing-masing ada troli kecil berisi koper dan tas selempang. Wajah keduanya tampak letih setelah menempuh penerbangan panjang