Malam telah menyingsing bahkan mungkin kota telah terlelap namun pasangan suami istri ini masih dalam keadaan sadar tidak ada yang ingin memejamkan mata. Layla yang berada dalam pangkuan suaminya menikmati setiap usapan lembutnya. Dengan benang- benang lemah itu, keduanya saling mengikat jiwa satu sama lain. Dalam hubungan yang mereka anggap tabu, siapa peduli selama keduanya bahagia. Orang bilang keserakahan bisa menghancurkan diri kita lalu bagaimana jika itu tentang hati yang tidak ingin kehilangan pemiliknya? Ketakutan terus menghantui Layla begitu juga Leo maka dari itu tidak ada yang berani memejamkan mata barang sedetik pun. Kecupan Leo layangkan. “Tak ingin tidur saja? Kalian butuh istirahat yang banyak, karena besok kita akan melihat jenis kelamin baby nya.” Sedikit menurunkan

