“Tu-tuan, bisakah kau melepas pelukannya ... ak-aku ... “ Sidra risih beberapa tahanan memberinya tatapan yang sulit di artikan. Cukup Luna saja yang membordirnya pertanyaan yang membuat pipi nya memerah bak kepiting rebus. Goda-godaan tahanan lain sering kali ia dengar dan itu menyebalkan tapi juga mendebarkan. Yoga malah semakin mengeratkan pelukannya dan berbisik, “Aku sedang butuh pelukan, banyak kejadian yang terjadi di luar sana dan sekarang aku membutuhkanmu. Apa tidak boleh seperti ini terus?” ia mengendurkan pelukannya mendengar kekehan halus dari Sidra, “Pretty and beautiful.” Sidra segera menjauh lalu duduk. “Jadi apa yang membuatmu tertawa,” “Hanya merasa lucu saja. Bagaimana kabar nona Layla? Kau tau, semua tahanan selalu bertanya padaku saat mereka tau yang menemuiku ora

