Setelah menerima panggilam telepon dari Maria, Helena sudah tak dapat memejamkan mata mengingat apa yang telah terjadi. Layla keluar dari kamar memegangi perutnya yang terasa keram. “Layla, apa sakit lagi?” Helena beranjak menghampiri Layla dan membantunya duduk. “Apa ini yang kau lakukan setiap malam? Kenapa yang di atas sana begitu jahat padamu nak,” lanjut Helena. Layla terkekeh meringis. “Dia mungkin akan diam setelah aku mengikuti keluargaku.” “Lalu bagaimana keluargamu yang di sini? Nak, tidak bisakah... “ Layla menggeleng keras tak ingin mendengar apapun yang membuat hatinya ragu dengan jalan yang dia pilih sekarang. “Bu, pembahasan ini sudah selesai. Aku... aku akan bertahan sampai anak kami lahir. Jadi please, jangan bahas ini lagi atau Leo akan tau jika aku tengah berbohong

