Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 lewat 15 menit. Saat ini, Sein sedang asik menikmati cemilan sembari menonton salah satu film actions kesukaannya. Anna baru saja tertidur setelah tadi sempat menangisi kepergian Anton dan Sean. Sein beranjak dari duduknya begitu mendengar suara mobil Anton memasuki halaman rumah. Tidak biasanya sang suami pulang secepat ini, karena biasanya Anton akan pulang saat jam makan siang. Pikiran-pikiran negatif mulai memenuhi otak Sein, Sein takut terjadi sesuatu yang buruk pada suaminya itu. Sein berlari menuju pintu utama, dan begitu pintu terbuka, betapa terkejutnya Sein saat melihat Sean menangis tergugu dalam gendongan Anton. "Loh, Kakak kenapa menangis?" tanya Sein panik, mengambil alih Sean dari gendongan Anton. "Kenapa nangis

