Hari terus berganti, dan tak terasa 6 bulan sudah berlalu sejak Sein melahirkan Sean. Banyak sekali hal yang terjadi selama kurun waktu 6 bulan itu, tapi semuanya mampu Anton dan Sein lalui dengan penuh suka dan cita. Hari ini adalah hari sabtu, hari di mana Anton libur dan tidak akan pergi bekerja. Saat ini, Sein dan Sean sedang berada di ruang keluarga. Sein sedang menyusui Sean, sementara Anton sedang pergi ke luar. Katanya ada barang yang harus pria itu beli, dan Sein tak tahu apa itu, karena Anton memang tidak menjelaskannya. Sein merintih saat Sean menghisap asinya dengan sangat kuat, dan ia merasa ada sesuatu yang janggal dalam mulut Sean. Sein lalu melepas hisapan mulut Sean dari sumber asinya, untuk melihat apa yang ada dalam mulut sang putra. "Sebentar ya Sayang

