Sein mengerang, merasa terganggu saat kecupan demi kecupan terus mendarat di seluruh wajahnya. Di mulai dari kening, turun ke mata, lalu pipi, dan berakhir di bibir. Mau tak mau, kelopak mata Sein terbuka dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah sang suami. "Daddy," lirih Sein dengan suara serak khas bangun tidur. Tangan kanan Sein terulur, membelai wajah Anton, memastikan kalau Anton nyata dan bukan bayangan. "Bangun Sayang." Anton kembali mengecup wajah Sein, membuat Sein yakin kalau Anton memang nyata dan bukan bayangan seperti yang ia pikirkan sebelumnya. Sein langsung meraba perutnya saat kejadian beberapa waktu yang lalu kembali melintas dalam benaknya. "Bayi Sein mana Dad?" tanyanya panik. Raut wajah Anton yang tampak datar dan tidak menunjukan ekspresi ap

