72 - Adik perempuan - √

2515 Kata

  Keesokan paginya.   Pukul 06.15 WIB.   Sean akhirnya terbangun dari tidur pulasnya. Sean merentangkan kedua tangannya, dibarengi dengan mulutnya yang menguap lebar. Sean mengerjap, mengedarkan pandangannya kesegala penjuru ruangan.   "Mom-mom," gumamnya dengan kepala yang langsung menoleh ke samping kanan dan ke samping kiri, mencari di mana keberadaan sang Mommy.   Sejauh mata memandang, Sean masih tidak menemukan keberadaan Sein. Balita tersebut semakin bingung saat sadar kalau sekarang ia tertidur di kamarnya. Padahal seingatnya, semalam ia tidur bersama dengan Mommynya, di kamar orang tuanya.   Sean menyibak selimut, bergegas menuruni tempat tidur, dan semua itu Sean lakukan dengan terburu-buru.   "Pipis Ean mau pipis," gumam Sean pada dirinya sendiri. Dengan tergesa-gesa, S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN