Tawanan Rumah

1580 Kata

“Honey, kamu tidak apa-apa ‘kan?” Titan mengangguk. Dia langsung memeluk suaminya dengan erat dengan kondisi ketakutan. Mobil yang dia tumpangi bersama Ammar menabrak taman yang ada di pinggir jalan. Sementara mobil putih yang mengikuti dari belakang bertabrakan dengan truk besar yang memuat bahan bangunan. “Apa kita selamat, Boo?” “Iya, Hon. Alhamdulillah kita selamat,” jawabnya dengan mengeratkan pelukannya pada sang istri. Ammar membelai lembut perut Titan. “Dedek bayi bagaimana?” “Sedikit kaget.” “Terasa nyeri apa tidak?” Titan menggelengkan kepala. “Aku dan Dedek bayi nggak papa, Boo.” Setelah memastikan kondisi istri dan calon anaknya baik-baik saja. Ammar langsung membawa Titan turun dari mobil untuk berpindah pada mobil yang sudah menjemputnya. Ihsan dan juga Ibrahim memi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN