SEWA RAHIM

589 Kata
“Ahhh! Paa…geli bangettt…” desis Carissa merasakan sentuhan jemari tangan pria paruh baya yang memeluknya dari belakang. “Tapi, kamu suka bukan? Dan ini yang tidak bisa kamu dapatkan dari puteraku, bukan?” Suara pria paruh baya itu memburu. “Bagaimana kalau Ryu tahu ternyata papa masih hidup?” Tanya Carissa menghentikan gerakannya, tiba-tiba dia teringat akan sang suami yang sedang memiliki jam terbang yang padat. “Kalau dia tahu aku masih hidup, bisa apa dia? Wanita yang dia nikahi lebih memilih melayani ayahnya dibanding dia…” suara tawa terkekeh membuat Carissa memukul pelan d**a pria yang selama ini membuatnya berada di puncak karier sebagai model papan atas. ***** "Istri anda memang sudah tidak bisa hamil lagi. Rahimnya telah rusak mungkin pernah keguguran berkali-kali di masa lalu. Jadi, jika memang keturunan itu sangat penting, anda harus menikah siri atau sewa rahim." Tegas seorang wanita dengan kacamata minus duduk sambil memperhatikan layar monitor. "Tidak adakah jalan lain, Dok?" “Sejauh ini tidak. Mau bagaimanapun anda mengancam saya, saya masih tetap konsisten, Capt." Tatapan dokter cantik itu tampak serius. “Jadi?” Kapten Ryu menjeda kalimatnya, dia sendiri bingung. "Solusi terbaik anda harus sewa rahim. Ini bukan hal tabu, banyak artis internasional melakukan hal tersebut, entah itu alasan kesehatan atau estetika, seperti istri anda." Kapten Ryu hanya bisa menghela nafas panjang. Dia meninggalkan ruang praktek dengan langkah gontai. Dia memilih mengendarai mobil tanpa tujuan. Sampai sebuah pesan singkat muncul. "Infonya kemu temui dokter Monic? Aku sudah katakan berkali-kali aku tidak mau hamil. Aku tidak mau badanku terlihat jelek." Kapten Ryuga atau yang sering di panggil Kapten Ryu hanya bisa menarik nafas panjang. Dia berhenti di sebuah night club dan melepaskan diri dengan mabuk seperti biasa, ketika dia sedang memiliki banyak masalah. "Yu, jangan buat aku kesal dan rencana liburanku jadi bete, ya? Dimana kamu, pulang sekarang!" Pesan singkat itu lagi, dan dengan gerakan berat kapten Ryu segera bangkit dan meninggalkan night club. Perjalanan panjang akhirnya sampai di sebuah rumah mewah, dia masuk dengan langkah berat. "Kamu semakin gak ngargain aku, Ryu! Hanya gara-gara permintaan ibu kamu, trus kamu milih buat korbanin aku, biar aku terlihat jelek!" Seru suara yang turun dari tangga dengan pakaian tidur. “Aku super model, Yu. Ingat itu!” "Ca, aku cuma pengen lihat ibu aku bahagia dengan punya cucu, sederhana bukan? Salah kah aku memenuhi keinginan terakhir ibuku?" Suara kapten Ryu sedikit meninggi. "Kalau kamu pengen punya anak, jangan pakai rahimku!" "Kamu istriku, Ca!" "Aku gak mau hamil dan jelek!" "Wanita hamil juga tetap cantik, Ca. Toh kamu istriku, bagiku kamu tetap cantik dalam situasi apapun…” suara Kapten Ryu melembut "Ya, aku gak mau karierku yang lagi di puncak hancur, itu intinya, titik!" "Kalau aku maksa gimana?" Tantang kapten Ryu, untuk pertama kalinya dia membantah kalimat snag istri. "Sewa rahim dan kontrak! Simple!" Imbuhnya santai seketika kapten Ryu meremas rambutnya. "Caca!!" Geramnya lagi dadanya bergemuruh melihat situasi pernikahannya selama lima tahun yang masih belum di ramaikan tangisan bayi. "Kalau kamu mau punya anak, kamu bisa sewa prempuan, itu pilihan dariku atau kita cerai!" Hardiknya dan seketika kapten Ryu mengepalkan jemari tangannya. "Ca, semudah itu kamu kasih aku ke prempuan lain?" Sorot mata kapten Ryu menatap sang istri cantiknya itu tak percaya. "Yang penting posisiku masih istri kamu, bukan? Adil bukan? Kamu mau punya anak, aku kasih. Apalagi kurangnya?" Suara santai Carrissa sang model terkenal itu terdengar menyakitkan bagi sang suami. "Kamu gak takut kalau nantinya aku tertarik dengan wanita itu dan ninggalin kamu?" Ucap kapten Ryu dengan suara bergetar dan sorot mata memerah. Bersambung...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN