Bab 15 Antara Dua Pria

1083 Kata

Makan siang itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Leo memilih restoran yang tenang, jauh dari area kantor. Bukan tempat yang terlalu formal, tapi cukup privat untuk berbicara tanpa banyak gangguan. Nesya tahu ini bukan sekadar makan siang melainkan sebuah interogasi halus. “Apa yang kalian bicarakan tadi?” tanya Leo setelah pesanan datang. “Kerjaan.” “Kamu yakin?” Nesya menghela napas. “Leo.” Nada itu lembut, tapi mengandung peringatan. “Aku tidak suka kamu merasa terancam oleh sahabatku.” “Aku tidak merasa terancam.” “Kamu selalu membahas Tara selama dua hari,” balas Nesya tenang. “Jujur saja, itu melelahkan.” Leo tidak langsung memberikan reaksi, tetapi harusnya dia sadar kalau sikapnya memang membingungkan. "Aku dan Tara sudah seperti keluarga, bukanka sudah aku jelaskan? M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN