Keesokan paginya. Evie, Jenni dan Kevin berangkat ke rumah sakit dengan mobil Kevin yang disupiri oleh Wong. Jenni masih merasa pusing dan dadanya semakin berdebar. “Mungkin hanya efek psikologis, karena Albie memberitahumu, denyut jantungmu tidak normal, sehingga kamu ketakutan. Tidak akan terjadi apa-apa, Jen. Aku mengerti kamu takut. Saat dulu, aku terdiagnosa Parkinson, aku juga sepertimu, jantungku rasanya berdebar-debar terus. Tapi setelah aku berdamai dengan penyakitku, jantungku tidak lagi berdebar . Kevin pasti bisa menyembuhkanmu.” Kata Evie menenangkan Jenni yang duduk di sampingnya. Kevin yang duduk di kursi depan bersama Wong berpaling ke belakang dan melihat kedua istrinya sambil tersenyum “ Iya Jen. Tenang aja. Suamimu specialis jantung terkemuka. Apapun kondisi jantun