Warning Trigger : Ada percakapan dewasa di bab ini, jadi pastikan umur anda cukup bila hendak membacanya. Di Kota Jakarta, di kantor pengacara Hisar & Associates. Duduk di depan Hisar sang pengacara, Garry dan Elis. Nampak wajah keduanya ditekuk, tanda mereka berdua sedang sangat kesal. “Pak Garry dan Ibu Elis, apakah sudah memantapkan hati untuk bercerai? Apakah perlu ikut konseling lagi?” Tanya Hisar kepada kedua pasangan suami istri ini yang segera akan menjadi orang yang tidak saling mengenal. “ Nggak perlu.” Kata Elis singkat. “ Pak Garry?” Tanya Hisar pada Garry yang tampak duduk termenung. “ Tidak perlu! Suruh tanda tangan aja surat cerainya. Toh dia sudah meninggalkan rumah sejak anak kami meninggal. Kami sudah bukan suami istri, sejak dia meninggalkan rumah.” Kata Garry t