49.Enough

1613 Kata

"Kelak di antara tumpukan puisiku, Kau tak lagi kucari. Takkan lagi ku nanti dan ku hapal. Bukan karna berhenti mencinta. Namun memberimu ruang untuk memilih siapa yang pantas untuk mendampingi." ----- Alya terlihat gelisah seraya membolak balik ponsel yang ia genggam. Entah sudah tak terhitung berapa kali ia mendesah. Bukan tanpa alasan. Dari sekian banyak panggilan yang ia lakukan, tak satupun balasan yang ia terima. Apa Kenzie begitu sibuk sampai lupa hari ini jadwalku memeriksakan kandungan. Alya kembali menarik nafas begitu dalam. Lalu mencoba menghembuskannya secara perlahan agar sesak yang berkumpul di d**a meluap setelahnya. Alya pikir, setelah meminta Kenzie menganggap ia sebagai istri seutuhnya mampu menolong mengembalikan dengan segera ingatannya. Namun sekarang, bukan sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN